Pamflet Cinta Buat Supi

Hari pertama di 2018 merupakan hari yang tidak akan kami lupakan bersama. Hari itu, di saat sebagian dari kita masih mencoba memaknai 2018 dengan harapan-harapan baru, seorang sahabat meninggalkan kita untuk selamanya. Supriyadi Widodo Eddyono, atau kerap kita panggil dengan Supi, meninggalkan kita tepat pukul 17.00 di RSPAD Gatot Subroto. Innalillahi wa Innailaihi Raji’un. Kehilangan yang cukup mendalam bagi kita semua.

Orbituary ini kami susun untuk sebagai tanda ungkapan kasih dan sayang kita semua untuk Supi. Mengenang semua kebaikan Supi untuk kita. Kami yakin, masing-masing dari kita punya pengalaman kedekatan yang berbeda dengan Supi. Kami yakin, pertemanan masing-masing dari kita dengan Supi adalah sesuatu yang istimewa. Supi telah menyentuh hidup kita dengan caranya yang unik, dengan tegurannya yang sering tak diduga, dan dengan kerendahan hatinya.

Tulisan – tulisan yang ada disini berasal dan diambil dari berbagai catatan – catatan tentang Supi di media sosial, termasuk catatan – catatan yang mampir melalui pesan singkat ataupun melalui surat elektronik kepada kami.

Orbituary ini kami susun supaya kelak Jago, putra satu-satunya dari Supi dan Indry, mengetahui bagaimana sosok Alm. Papanya di mata para sahabatnya. Supaya Jago mengetahui betapa hebat Papanya, dan betapa Papanya telah membantu banyak sahabatnya untuk menemukan jalan hidupnya.

Akhir kata, kami sangat berterima kasih atas semua kontribusi kawan-kawan yang telah menuliskan semua kenangan bersama almarhum. Kenangan kita bersama Supi akan tetap hidup di hati kita.

Unduh Disini



Related Articles

Melawan Praktik Prostitusi Anak di Indonesia dan Tantangannya

Prostitusi dalam sejarah di Indonesia sudah ada sejak jaman kerajaan dahulu kala, para raja-raja memiliki jumlah selir yang jumlahnya banyak

Catatan Kritis Atas RUU Pemberantasan Terorisme Tahun 2016

Merespon peristiwa bom dan serangan di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016, Pemerintah berencana akan melakukan

Kertas Kerja: Rekomendasi Arah Reformasi Kebijakan Pidana 2019 – 2024

Sejak reformasi yang terjadi pada 1998, Indonesia telah memasuki proses reformasi hukum yang memungkinkan mendorong proses demokrasi konstitusional yang bersandarkan