Tiada Pengamanan Sepak Bola Seharga Nyawa Ratusan Suporter Bagian Dua: Transkrip Persidangan

Buku ini merupakan Bagian Ke-2 dari buku sebelumnya yang berisi Laporan Pemantauan. Buku ini lahir dari kolaborasi Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kota Malang, Pusat Riset Sistem Peradilan Pidana Universitas Brawijaya (PERSADA UB), dengan dukungan Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) dan Kurawal Foundation.

Buku ini merupakan Transkrip Persidangan atas perkara nomor 11/Pid.B/2023/PN.Sby, 12/Pid.B/2023/ PN.Sby, dan 13/Pid.B/2023/PN.Sby dengan Terdakwa 3 (tiga) orang aparat kepolisian merupakan perkara atas Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022, dan menewaskan 135 orang serta melukai lebih dari 600 orang lainnya.

Dalam buku ini, berisi transkripsi pemeriksaan alat bukti keterangan saksi, ahli, dan terdakwa hingga proses pembacaan tuntutan di persidangan Pengadilan Negeri Surabaya. Pemantauan dilakukan setiap persidangan dan dituangkan dalam laporan untuk memberikan gambaran terkait jalannya persidangan sesuai dengan target pemantauan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan recording audio (merekam), transcription (transkripsi), reviewing (peninjauan kembali), dan analysis (menganalisis). Recording audio dilakukan dengan merekam setiap proses persidangan menggunakan alat perekam dengan tujuan supaya data yang diperoleh bersifat murni atau faktual, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Disisi lain, tim pemantau juga melakukan peninjauan lapangan terkait dengan pihak-pihak yang ada di pengadilan (Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum, Penasihat Hukum, Saksi, Terdakwa, Petugas Keamanan, dan Pengunjung Sidang) dengan mencatat hal-hal penting yang muncul saat proses persidangan termasuk perilaku dan interaksi para pihak dengan menggunakan instrumen pendukung (kamera, ponsel, atau buku catatan).

Kami berharap, dengan menyajikan transkrip persidangan ini, para pembaca dapat memahami konteks persidangan tragedi Kanjuruhan yang penuh kejanggalan sebagaimana telah diungkap dalam buku bagian pertama.

Silakan unduh buku kedua di sini 

 


Tags assigned to this article:
Kanjuruhan

Related Articles

Analisis Tantangan Implementasi dan Kebutuhan Operasionalisasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS)

Bersama dengan Infid, selama bulan Juli – Agustus 2022, ICJR menyusun penelitian menjahit antara substansi hukum yang ada di dalam

Rehabilitasi hanya bagi Pelaku, Perubahan UU Pemberantasan Terorisme Harusnya untuk memperkuat Hak Korban Terorisme atas Pemulihan

Sejak terjadinya kasus Bom Bali I, Bom Marriot dan Bom Bali II, respon Indonesia dalam melawan terorisme meningkat secara drastis

Keluhan Konsumen Bukan Perbuatan Pidana, ICJR Kirimkan Amicus Curiae untuk Pengadilan Negeri Surabaya Pada Perkara UU ITE Stella Monica

Stella Monica Hendrawan (SM) pada Januari 2019 sampai dengan September 2019 menjadi pasien Klinik Kecantikan L’viors, dengan demikian SM adalah

Verified by MonsterInsights