Catatan Terhadap Beberapa Ketentuan Dalam Rancangan KUHP 2015

Naskah Catatan Terhadap Beberapa Ketentuan Dalam Rancangan KUHP 2015 ini merupakan tulisan yang sebagian besar di sarikan dari berbagai produk yang telah dihasilkan diantaranya adalah hasil-hasil kajian, catatan lepas, position Paper yang dipublikasikan oleh Aliansi Nasional Reformasi KUHP sejak 2004 sampai dengan 2015.

Namun karena keterbatasan waktulah maka naskah ini hanya berisikan beberapa isu-isu terpilih, yang merepresentasikan kerja-kerja dari Aliansi Nasional Reformasi KUHP. Naskah ini tentu merupakan bagian kecil dari sekian banyaknya tema-tema yang tersebar di dalam seluruh naskah Rancangan KUHP. Diharapkan, di tahun-tahun berikutnya tema-tema lainya yang akan menjadi bagian dalam edisi lanjutan naskah ini.

Daftar inventarisir masalah terkait dengan naskah R KUHP dalam tulisan ini belumlah dapat dikatakan sebagai DIM yang selama ini ada dalam DIM yang menjadi tradisi di Parlemen, karena tulisan ini belum secara tegas memberikan rekomendasi untuk menyusun perubahan Pasal yang secara utuh seperti yang ada dalam tradisi pembentukan DIM. Tulisan ini hanyalah memberikan rekomendasi umum terhadap perubahan dari Pasal-Pasal yang dituju. Namun sebagai sebuah usulan inisiatif dari masyarakat tulisan ini sudah lebih memberikan bentuk rekomendasi yang lebih kongkrit ketimbang rekomendasi umum yan selama ini dibuat.

Bentuk pertama dari naskah ini adalah melulu dalam format tabel, namun karena tujuan dari naskah ini tidak hanya akan di baca oleh anggota Parlemen namun oleh masyarakat yang lebih luas maka di susunlah tulisan pengantar tema yang mendahului DIM agar pembaca lebih familiar dan mengetahui konteks dari DIM yang dimaksud.

Ucapan terima kasih diberikan kepada para kontributor tim pada 2015 yakni:, Erasmus A.T Napitupulu, Anggara, Totok Yuliyanto, Adery Ardhan Saputro, Alex Argo Harnowo, Wahyudi Djafar , Bernhard Ruben Fritz Sumigar, Supriyadi Widodo Eddyono, Ajeng Gandini Kamilah, Bintang Wicaksono Ajie, Muhammad Rafi Termasuk kontibutor dari naskah awal tahun 2005 yakni: Anggara, Bernadinus Steni, Betty, Yolanda, Dewita Hayu Shintawati, Emerson Yuntho, Fajrimei A Gofar, Indriaswati Dyah Saptaningrum, Melly Setiawati, Mifathusurur, Sri Wiyanti Eddyono, Sumamiharja, Susilaningtyas, Supriyadi Widodo Eddyono, Syahrial Martanto Wiryawan, Wahyu Wagiman, Zainal Abidin, Indry Oktaviani.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada banyak organiasi dan individu-individu lainnya yang selama ini mendukung kerja-kerja Aliansi nasional yang telah memberikan dorongan konstruktif agar tulisan ini di dapat publikasikan.

Silahkan unduh Disini


Tags assigned to this article:
hukum pidanaKUHPR KUHPRancangan KUHPRKUHP

Related Articles

Aspek – Aspek Perlindungan Saksi dan Korban dalam R KUHAP

Pada saat ini Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih membahas Rancangan Undang Undang Kitab Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP)

Overview on Death Penalty in Indonesia

During President Joko Widodo administration, Indonesia decided to execute the death convicts involved in narcotics crime. The first batch of

Strategi Menangani Overcrowding di Indonesia: Penyebab, Dampak Dan Penyelesaiannya

Dalam pembentukan hukum, tujuan bernegara seharusnya menjadi acuan utama yang harus dipikirkan oleh para pembentuk hukum. Dalam UUD 1945 ada