Addressing Gender Inequalities in the Criminal Justice System

ICJR bekerja sama dengan Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS) dalam program Virtual Professional Practicum. Dalam program ini, Gabriella Morgan berhasil mengeluarkan sebuah laporan temuan-temuan perihal garis tengah antara kesetaraan gender dalam sistem peradilan pidana.

Laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang pertanggung jawaban berbasis gender dan kewajiban negara di bawah kerangka normatif standar internasional, untuk mengeksplorasi cara terbaik menangani ketidaksetaraan gender dalam sistem peradilan pidana. Laporan ini juga bermaksud untuk membahas mengapa memasukkan pendekatan peka gender ke semua aspek sistem peradilan pidana merupakan masalah hak asasi manusia yang sangat penting.

Hasil laporan dalam bahasa inggris bisa diunduh disini


Tags assigned to this article:
fair trialWomen

Related Articles

KUHP: Bukan (Warisan) Kolonial

Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP) yang saat ini digunakan di Indonesia dituding warisan kolonial yang tak lagi sejalan

ICJR Strongly Criticized the Caning of LGBT Couple in Aceh

The Jinayat Law (Qanun Jinayat) for LGBT has created a tremendous stigma against LGBT groups and simultaneously discriminately targeting them

ICJR Kirimkan Amicus Curiae (Sahabat Pengadilan) bagi Baiq Nuril Maknun, Korban Pelecehan yang Menjadi Tersangka Pasal 27 ayat (1) UU ITE

Pada 17 Juli 2017, ICJR mengirimkan Amicus Curiae (Sahabat Pengadilan) ke Pengadilan Negeri Mataram atas perkara Baiq Nuril Maknun dengan