Addressing Gender Inequalities in the Criminal Justice System

ICJR bekerja sama dengan Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS) dalam program Virtual Professional Practicum. Dalam program ini, Gabriella Morgan berhasil mengeluarkan sebuah laporan temuan-temuan perihal garis tengah antara kesetaraan gender dalam sistem peradilan pidana.

Laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang pertanggung jawaban berbasis gender dan kewajiban negara di bawah kerangka normatif standar internasional, untuk mengeksplorasi cara terbaik menangani ketidaksetaraan gender dalam sistem peradilan pidana. Laporan ini juga bermaksud untuk membahas mengapa memasukkan pendekatan peka gender ke semua aspek sistem peradilan pidana merupakan masalah hak asasi manusia yang sangat penting.

Hasil laporan dalam bahasa inggris bisa diunduh disini


Tags assigned to this article:
fair trialWomen

Related Articles

The Distribution and Framing of the Punishments in the Bill of Penal Code is Still Vague, Aliansi RKUHP Renounces a Hurried Adoption of the Bill

Series #1 Adoption of the Bill of Penal Code The overcriminalization as the result of the vagueness in distributing and

RMS Vs. Negara Republik Indonesia

Dalam perkara ini RMS bersama – sama dua terdakwa lainnya (dalam berkas terpisah) didakwa telah melakukan pencurian dengan kekerasan yang

Degradasi Extraordinary Crimes: Problematika Perumusan Kejahatan Genosida, dan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan dalam RKUHP

Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (R KUHP) telah memasukkan kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan sebagai bagian yang akan diatur