Laporan Penilaian Penerapan Prinsip Fair Trial di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19

ICJR telah meluncurkan Laporan Penilaian Peradilan yang Adil (Fair Trial) Saat Pandemi Covid-19 pada 15 April 2021 di dalam sebuah Webinar Diskusi Publik. Acara ini menghadirkan Miko Ginting sebagai pemapar dan beberapa narasumber penanggap mulai dari perwakilan Pemerintah (Irfan – Bappenas) dan DPR (Arsul Sani – Wakil Ketua MPR, Anggota DPR RI Komisi III) serta praktisi advokat (I Wayan Gendo Suardana) dan kelompok masyarakat sipil (Asfinawati – Ketua Umum YLBHI).

Penelitian untuk merumuskan sebuah indeks untuk mengukur penerapan hak-hak fair trial (hak atas peradilan yang adil) dalam sistem peradilan pidana di Indonesia selama masa pandemi Covid-19 melalui metode penilaian ahli (expert judgment). Total terdapat 16 ahli yang terlibat baik dalam penyusunan komponen maupun pengisian penilaian yang dipilih dengan mempertimbangkan keahlian dan latar belakangnya sebagai akademisi, praktisi, penyelenggara peradilan pidana, pembentuk undang-undang, dan jurnalis. Hasil penilaian ahli dalam penelitian ini ditujukan untuk mengkonfirmasi tesis bahwa situasi fair trial di Indonesia pada keadaan normal saja masih bermasalah dan kondisi pandemi semakin memperburuknya.

Laporan Penelitian dapat diunduh melalui link berikut:
Laporan Penerapan Fair Trial di Indonesia Pada Masa Covid-19

Webinar Diskusi Publik dapat diakses lewat kanal YouTube di bawah ini:



Related Articles

Penyelenggaraan Kebijakan Aborsi Aman, Bermutu, dan Bertanggung Jawab sesuai dengan UU Kesehatan di Indonesia

Secara normatif, dapat dijelaskan bahwa telah cukup ada kebijakan yang menjamin dapat terselenggaranya aborsi aman, bermutu dan bertanggung jawab bagi

Catatan Terhadap Beberapa Ketentuan Dalam Rancangan KUHP 2015

Naskah Catatan Terhadap Beberapa Ketentuan Dalam Rancangan KUHP 2015 ini merupakan tulisan yang sebagian besar di sarikan dari berbagai produk

Lembaga Perlindungan Saksi di Indonesia: Sebuah Pemetaan Awal

Seri Position Paper Perlindungan Saksi dan Korban Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban sebuah Pemetaan Awal (diterbitkan oleh ICW, ICJR, dan