Mendorong Kebijakan Non-Pemidanaan bagi Penggunaan Narkotika: Perbaikan Tata Kelola Narkotika Indonesia

ICJR memberikan apresiasi kepada Pemerintah dan DPR yang memasukan RUU tentang revisi UU Narkotika ke dalam prolegnas prioritas. ICJR terus mengingatkan bahwa semangat revisi UU Narkotika harus dengan pendekatan kesehatan masyarakat dengan jaminan dekriminalisasi pengguna dan pecandu narkotika. Sudah saatnya untuk mengubah strategi dalam menangani masalah narkotika. Masalah akses narkotika adalah masalah kesehatan, kebijakan narkotika harus berbasis kesehatan masyarakat.

Penelitian yang disusun oleh ICJR ini menguraikan latar belakang dan sejumlah persoalan kunci dari tata kelola kebijakan narkotika. Penelitian ini melakukan kajian terhadap kerangka normatif tentang aturan yang berlaku mengenai kebijakan narkotika di Indonesia, juga mengkaji praktik kebijakan narkotika untuk mengidentifikasi faktor pendorong penggunaan pemenjaraan dalam perkara narkotika. Pengkajian mengenai implementasi kebijakan dengan melihat pada praktik penegakan hukum di beberapa kasus narkotika, termasuk yang tercermin dalam sejumlah putusan pengadilan. Serta kajian kepustakaan untuk membandingkan konsep dan praktik kebijakan narkotika yang diselenggarakan di Indonesia dengan praktik di beberapa negara.

Penelitian ini memaparkan dua isu awal pentingnya mendorong kebijakan non-pemidanaan bagi penggunaan narkotika, yaitu pertama, mengenai bahasan tentang model-model alternatif kebijakan lain untuk penggunaan narkotika sebagai lawan dari pendekatan pelarangan atau kriminalisasi, yaitu depenalisasi, diversi, dan dekriminalisasi; dan kedua, mengenai aspek tata kelola narkotika lebih lanjut yaitu regulasi narkotika. Aspek yang paling memengaruhi diskursus tentang reformasi kebijakan narkotika adalah perspektif HAM internasional, khususnya mengenai pemenuhan hak atas kesehatan. Melalui dekriminalisasi dan pembahasan tentang regulasi, pengguna narkotika bisa tetap menjaga kualitas kehidupannya dengan adanya layanan kesehatan dan menjauhkan mereka dari efek negatif dari catatan kriminal dan dengan regulasi, negara memastikan peran sentralnya bahwa seluruh aspek penanaman, produksi, hingga penggunaan narkotika berada dalam pengawasan negara.

Semoga rekomendasi dalam penelitian ini dapat menjadi langkah awal merespon perubahan UU Narkotika yang masuk dalam daftar program legislasi nasional priorotas 2021.

Selamat membaca.

 

Unduh penelitian Mendorong Kebijakan Non-Pemidanaan bagi Penggunaan Narkotika: Perbaikan Tata Kelola Narkotika Indonesia di sini


Tags assigned to this article:
drugsnarkotikapemenjaraantata kelolauu narkotika

Related Articles

AP Vs. Negara Republik Indonesia

Kasus Posisi: Putusan Mahkamah Agung atas perkara pidana No 85 K/Pid.Sus/2007 dengan Terdakwa AP (48 tahun) yang didakwa telah melakukan

Cetak Biru Pembaharuan Pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan

Cetak Biru Pembaharuan Pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan (diterbitkan oleh : Departemen Hukum dan HAM Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerjasama dengan The Asia

Minimnya Hak Korban dalam RUU Pemberantasan Terorisme

Dalam perbincangan terorisme yang muncul ke publik, isu korban nyaris terabaikan. Isu korban tindak pidana terorisme tenggelam dalam hiruk pikuk