Tag "pers"

Back to homepage

PK Kasus Playboy Jangan Hanya Pakai Standar Islam

Peninjauan kembali kasus majalah Playboy Indonesia agar tidak hanya menggunakan standar Islam. Mahkamah Agung diminta memperhatikan isi Playboy sebagai acuan putusan. VHRmedia, Jakarta – Mahmakah Agung diminta tidak hanya menggunakan standar penilaian Islam dalam memutus peninjauan kembali kasus majalah Playboy

Read More

Tiga LSM Ajukan Komentar Tertulis ke MA

Kamis, 20 Januari 2011 JAKARTA (Suara Karya): Tiga LSM hukum menyatakan telah mengajukan Komentar Tertulis (Amicus Curiae) kepada Mahkamah Agung (MA) tentang delik kesusilaan dan kemerdekaan pers dalam perkara Majalah Playboy Indonesia dengan terpidana Erwin Arnada.

Read More

Putusan MA soal “Playboy” Diprotes

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah kalangan mempertanyakan putusan Mahkamah Agung yang menghukum Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia Erwin Arnada dua tahun penjara. Mereka mengajukan amicus curiae atau komentar tertulis atas putusan itu kepada MA.

Read More

Tiga Lembaga Ajukan Pendapat Hukum Soal Playboy

TEMPO Interaktif, Jakarta – Tiga lembaga kajian dan advokasi hukum menyampaikan pendapat hukum (amicus curiae) dalam perkara yang menjerat Pemimpin Redaksi Playboy Indonesia Erwin Arnada, yang kini memasuki tahap peninjauan kembali oleh Mahkamah Agung.

Read More

Kasus Majalah Playboy, Tiga LSM Ajukan Amicus Brief ke MA

http://bit.ly/gMPiv1 Jakarta – Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengajukan Amicus Brief atau komentar tertulis kepada Mahkamah Agung dalam kasus majalah Playboy yang melibatkan pemimpin redaksinya Erwin Arnada. LSM tersebut diantaranya adalah, Institute for Criminal Justice Reform Indonesia (ICJR), Indonesia Media Defense

Read More

Amicus Curiae: Erwin Arnada Vs. Negara Republik Indonesia

Delik Kesusilaan dan Kemerdekaan Pers dalam Perkara Majalah Playboy di Indonesia IMDLN, ICJR, dan ELSAM Unduh Amicus Brief disini Kasus Erwin Arnada yang saat ini sedang masuk dalam tahap pemeriksaan Peninjauan Kembali oleh Mahkamah Agung RI atas dakwaan melanggar Primair:

Read More
Verified by MonsterInsights