Laporan Penelitian Pengaturan terkait Kekerasan Seksual dan Akomodasinya terhadap Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia

by Elisabeth Garnis | 09/06/2022 1:32 pm

Sidang Paripurna DPR RI pada Selasa, 12 April 2022 mengesahkan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, setelah sebelumnya RUU ini disahkan oleh Panitia Kerja RUU TPKS Badan Legislatif DPR RI dan Pemerintah dalam pembahasan tingkat pertama Rabu, 6 April 2022.

Pengesahan UU TPKS ini punya arti penting untuk penguatan pengaturan tentang perlakuan dan tanggung jawab negara untuk mencegah, menangani kasus kekerasan seksual dan memulihkan korban secara komprehensif.

UU TPKS ini memiliki 93 Pasal, dan 12 Bab. Menjangkau materi mengenai: 1) Ketentuan Umum, 2) Jenis Tindak Pidana Kekerasan Seksual, 3)Tindak Pidana Lain yang Berkaitan dengan Tindak Pidana Kekerasan Seksual, 4) Penyidikan, Penuntutan dan Pemeriksaan di Sidang Pengadilan 5) Hak Korban, Keluarga Korban dan Saksi 6) Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak di Pusat dan Daerah, 7) Pencegahan, Koordinasi dan Pemantauan, 8) Partisipasi Masyarakat dan Keluarga, 9) Pendanaan, 10) Kerja sama internasional, 11) Ketentuan Peralihan, 12) Ketentuan Penutup.

Sebelum pengesahan UU TPKS tersebut, sebagai bahan advokasi, ICJR, IJRS dan Puskapa menyusun laporan penelitian tentang Pengaturan terkait Kekerasan Seksual dan Akomodasinya Terhadap Peraturan Perundang-undangan di Indonesia.

Penelitian ini yang mendasari kerja-kerja advokasi kami pada saat melakukan pengawalan pembahasan UU TPKS baik kepada Gugus Tugas Pembahasan UU TPKS di Pemerintah maupun kepada Badan Legislatif DPR ini.

Unduh laporan penelitian di siniĀ [1]

Artikel Terkait

  • 04/07/2022 IJRS, ICJR, Puskapa: Urgensi Perbaikan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual pada Kepolisian[2]
  • 11/05/2022 Perjalanan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS)[3]
  • 12/04/2022 Sidang Paripurna DPR RI 12 April 2022 Mengesahkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual: Apa Pentingnya UU ini?[4]
  • 26/10/2018 Kasus Tiga Anak dengan HIV: ICJR Pertanyakan Komitmen Pemerintah Soal Kriminalisasi Alat Kontrasepsi[5]
  • 03/09/2017 ICJR Apresiasi Tuntutan Kompensasi Bagi Korban Terorisme dalam kasus Bom Samarinda [6]

Share this:

Endnotes:
  1. di siniĀ : https://icjr.or.id/wp-content/uploads/2022/06/Laporan-Penelitian-Pengaturan-terkait-Kekerasan-Seksual-dan-Akomodasinya-terhadap-Peraturan-Perundang-Undangan-di-Indonesia.pdf
  2. IJRS, ICJR, Puskapa: Urgensi Perbaikan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual pada Kepolisian: https://icjr.or.id/ijrs-icjr-puskapa-urgensi-perbaikan-penanganan-kasus-kekerasan-seksual-pada-kepolisian/
  3. Perjalanan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS): https://icjr.or.id/perjalanan-uu-tindak-pidana-kekerasan-seksual-uu-tpks/
  4. Sidang Paripurna DPR RI 12 April 2022 Mengesahkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual: Apa Pentingnya UU ini?: https://icjr.or.id/sidang-paripurna-dpr-ri-12-april-2022-mengesahkan-undang-undang-tindak-pidana-kekerasan-seksual-apa-pentingnya-uu-ini/
  5. Kasus Tiga Anak dengan HIV: ICJR Pertanyakan Komitmen Pemerintah Soal Kriminalisasi Alat Kontrasepsi: https://icjr.or.id/kasus-tiga-anak-dengan-hiv-icjr-pertanyakan-komitmen-pemerintah-soal-kriminalisasi-alat-kontrasepsi/
  6. ICJR Apresiasi Tuntutan Kompensasi Bagi Korban Terorisme dalam kasus Bom Samarinda : https://icjr.or.id/icjr-apresiasi-tuntutan-kompensasi-bagi-korban-terorisme-dalam-kasus-bom-samarinda/
  7. Tweet: https://twitter.com/share

Source URL: https://icjr.or.id/laporan-penelitian-pengaturan-terkait-kekerasan-seksual-dan-akomodasinya-terhadap-peraturan-perundang-undangan-di-indonesia/